BANJARBARU, shalokalindoneska.com- Momen bersejarah bagi STAI Al-Falah Banjarbaru dimana mereka menjadi tuan rumah seminar literasi digital sektor perguruan tinggi oleh Dirjen APTIKA dan Direktur Pemberdayaan Informatika RI dengan tema “Memanfaatkan Teknologi untuk Inovasi dan Perubahan Sosial”. Acara ini dihadiri oleh Ketua STAI Al-Falah Banjarbaru, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Pandu Digital Indonesia, Relawan TIK Kalimantan Selatan, Relawan TIK Cabang Banjarbaru dan mahasiswa, dibuka dengan penuh semangat oleh Bapak Bambang Tri Santoso, selaku Dirjen APTIKA dan Direktur Pemberdayaan Informatika RI, beliau mengatakan, “Penting mempersiapkan talenta digital Indonesia agar siap dalam menghadapi perubahan, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif, serta memiliki kemampuan dalam menanggulangi resiko yang muncul bersamanya.”

Kehadiran Bapak Dr. H. Surawardi, M.Ag, selaku Ketua STAI Al-Falah Banjarbaru, menyoroti pentingnya literasi digital dalam mendukung perkembangan pendidikan tinggi di era digital. Beliau menyatakan

“Literasi digital adalah salah satu cara untuk mempersiapkan mahasiswa STAI Al-Falah Banjarbaru yang cakap digital. Karena seperti yang kita ketahui mayoritas mahasiswa STAI Al-Falah Banjarbaru adalah lulusan pondok pesantren, yang mana mereka dilarang menggunakan alat elektronik seperti hp atau laptop selama berada di pondok, sehingga pengetahuan mengenai literasi digital bisa dikatakan minim.” Pesan tersebut mencerminkan komitmen STAI Al-Falah dalam mengembangkan potensi mahasiswa untuk menghadapi perubahan zaman.

Kegiatan ini, merupakan salah satu upaya Kementerian Kominfo dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang siap dan sigap menghadapi peluang dan tantangan transformasi digital melalui empat pilar utama yaitu kecakapan digital, keamanan digital, budaya digital, dan etika digital.

Bambang Tri Santoso menegaskan, “Melalui kegiatan ini kami berharap peserta dapat menggali pengetahuan dan mengembangkan wawasan terkait pemanfaatan teknologi digital yang kreatif dan produktif. Oleh karena itu, saya mengajak peserta untuk berperan aktif dalam kegiatan ini, serta memanfaatkan kesempatan yang berharga ini dengan menyerap pengetahuan sebanyak-banyaknya.” Pernyataan tersebut memicu refleksi mendalam tentang tanggung jawab penggunaan teknologi dalam masyarakat.
Dukungan dari Agus Setianingsih, selaku Presma DEMA STAI Al-Falah Banjarbaru, juga menjadi sorotan dalam acara ini.

Agus menggarisbawahi, “Kegiatan ini penting untuk membuka wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan.” Dia menyampaikan kesan yang positif atas keberhasilan acara ini dalam menyajikan materi-materi yang relevan dan inspiratif.

“Saya berharap seminar ini tidak hanya menjadi platform untuk meningkatkan literasi digital, tetapi juga menjadi pijakan untuk menggerakkan inovasi dan transformasi sosial yang berkelanjutan.” Lanjutnya. (shalokalindonesia.com/jn)

 

Editor: Nanang

Iklan

Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *