BANJARMASIN, shalokalindonesia.com- Dalam kehidupan sehari-hari, handuk menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas kebersihan kita. Namun, seberapa sering kita benar-benar memperhatikan kebersihan handuk yang kita gunakan setiap hari? Investigasi ini bertujuan untuk menjelajahi dampak serius dan terkadang terlupakan dari penggunaan handuk yang tidak dicuci secara teratur.

Melansir dari BBC International, pakar kebersihan rumah dan spesialis pencegahan penyakit menular, Dr. Sally Bloomfield, mengatakan bahwa handuk adalah barang yang wajib dijaga kebersihannya. Idealnya, handuk dicuci seminggu sekali meskipun terlihat bersih.

“Saya agak kaget, karena saya mengira handuk itu akan berlumut, berkeringat, dan sangat tidak nyaman digunakan,” ujar Dr. Sally Bloomfield, dikutip senin (11/9/2023).

“Walaupun terlihat bersih, namun seiring berjalannya waktu, jutaan kuman dapat tertular dan dapat menimbulkan bahaya kesehatan yang serius bagi siapa pun yang tinggal bersama Anda.” lanjutnya.

Dr Cristina Psomadakis adalah konsultan dermatologis untuk NHS dan mengatakan bahwa setiap orang harus bisa menentukan jadwal untuk membersihkan handuk agar tidak memicu berbagai masalah kulit yang diakibatkan oleh bakteri

Apa yang terjadi jika handuk tidak dicuci secara teratur?

Banyaknya kuman dan bakteri

Faktanya, penelitiannya menunjukkan bahwa 90 persen handuk kamar mandi terkontaminasi bakteri coliform dan 14 persennya membawa E. coli.

Dokter kulit pun mengatakan bahwa handuk yang dibiarkan digantung dan lembab akan menumbuhkan sarang bakteri.

Sarang bakteri itulah menjadi penyebab utama dari permasalahan kulit seperti iritasi kulit, jerawat, dan bahkan infeksi.

Cara pencucian handuk

1. Pilih Deterjen Berkualitas Tinggi: Gunakan deterjen yang memiliki sifat antibakteri untuk membantu membersihkan handuk secara menyeluruh dan menghilangkan bakteri yang mungkin sudah ada.
2. Gunakan Air Panas: Cucilah handuk dengan air panas untuk membunuh bakteri dan kuman yang menempel. Suhu air minimal 60 derajat Celsius direkomendasikan oleh ahli mikrobiologi.
3. Pemisahan Handuk: Hindari mencampur handuk dengan pakaian lain selama pencucian. Hal ini dapat mencegah penyebaran bakteri dari handuk ke pakaian atau sebaliknya.
4. Cuci Secara Teratur: Berdasarkan saran ahli kesehatan, cucilah handuk setidaknya sekali seminggu untuk memastikan kebersihan optimal. Jangan biarkan handuk tertinggal dalam keranjang cucian terlalu lama.
5. Jemur di Tempat yang Terkena Sinar Matahari: Setelah dicuci, jemurlah handuk di tempat yang terkena sinar matahari. Sinar matahari memiliki efek antibakteri alami dan dapat membantu menghilangkan kelembaban yang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri.

Dengan melibatkan para ahli dan menyajikan temuan secara rinci, investigasi ini memberikan panggilan kepada pembaca untuk merefleksikan dan mengubah kebiasaan mereka terkait kebersihan handuk. Menjaga handuk tetap bersih bukan hanya tentang kesehatan kulit, tetapi juga melibatkan kesehatan umum dan kekebalan tubuh.

penulis: Nor Laili

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *