BANJARMASIN, shalokalindonesia.com- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel melakukan fumigasi di perpustakaan palnam dan Tandean.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyampaikan, fumigasi adalah salah satu cara untuk melestarikan bahan pustaka dengan cara mengasapi bahan pustaka menggunakan bahan kimia untuk mencegah, mengobati, mensterilkan dan membasmi wabah akibat biota khususnya serangga, hama, rayap, kutu buku, binatang pengerat yang dapat merusak bahan pustaka dengan menggunakan fumigant yaitu suatu zat yg pd fase gas bersifat beracun (toxic).

“Kegiatan Fumigasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024 dilaksanakan selama 7 hari dari tgl 7 -13 April 2024 dalam rangka menjaga serta merawat perpustakaan dari biota yg dpt merusak bahan pustaka, ” ucapnya, Minggu (14/4/2024)

Hal ini ditimbulkan karena suhu yang tidak stabil diantara mnya kelembapan tinggi dan kurangnya peredaran udara.

“Dengan dilaksanakannya fumigasi merupakan langkah penyelamatan, pelestarian dan upaya mencegah kerusakan fisik bahan pustaka sehingga dapat dipergunakan maksimal oleh pemustaka dan informasi yang ada didalamny bisa terjaga, ” terangnya.

Agar fumigasi berlangsung secara maksimal ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaituIsolasi ruangan menjadi kedap udara,.pelepasan bahan kimia, penetrasi bahan kimia, pembersihan/mensterilkan ruangan dari sisa-sisa kimia. (shalokalindonesia.com/rls)

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *