BANJARBARU, shalokalindonesia.com– Kebocoran pipa air transmisi Balai PAM (BPAM) Banjarbakula di Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar sejak Senin (8/4/2024) disoroti pengamat tata kota yang juga akademisi Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Eng. Akbar Rahman.

Ia pun menyayangkan peristiwa bocornya pipa BPAM Banjarbakula, yang berdampak pada pelanggan air bersih di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan (Kalsel). Salah satunya PTAM Intan Banjar yang melayani pelanggan di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Menurut Akbar, air bersih merupakan kebutuhan penting bagi sebuah kota. Keberlanjutan kota sangat tergantung pada distribusi air bersih bagi masyarakat.

“Kebutuhan pasokan dengan jumlah yang besar akan memberikan jaminan keberlanjutan sebuah kota atau wilayah. Maka jaminan ketersedian air bersih menjadi sangat vital. Tanpa air bersih, kota tidak akan ada,” ujarnya saat dihubungi pojokbanua.com, Sabtu (13/4/2024) malam.

Kebocoran pipa BPAM Banjarbakula ini, berdampak pada menurunnya volume distribusi air bersih ke masyarakat. Akbar berharap, langkah-langkah yang dilakukan harus lebih cepat lagi, agar dampak kebocoran bisa segera teratasi dan menghindari dampak yang semakin luas.

“Keterbatasan sumber daya yang dihadapi saat ini, harus segera cepat diatasi, demikian pula dengan sarana prasarana dalam pemulihan kebocoran. Hal ini harus menjadi perhatian, terutama dalam menyediakan material untuk penanganan teknis,” cetus alumni S3 Saga University, Jepang ini.

Akbar menyarankan, untuk menghindari persoalan serupa dimasa yang akan datang, perlu dilakukan pengecekan rutin dan pengawasan terhadap fungsi infrastruktur air bersih harus terus dilakukan. Terlebih, melihat usia dari sarana prasarana yang ada serta melakukan peremajaan.

Kemudian, Ketua Prodi Arsitektur Fakultas Teknik ULM ini menggarisbawahi bahwa perlu dibuat perencanaan pengembangan dan pemenuhuhan kebutuhan distribusi air bersih dengan perhitungan proyeksi secara matang. Serta membuat berbagai alternatif distribusi air bersih untuk meningkatkan pasokan, dan menangani jika terjadi kendala.

“BPAM Banjarbakula perlu melakukan pengembangan infrastruktur air bersih khusus untuk wilayah Ibu Kota Provinsi Kalsel yakni Banjarbaru, untuk menopang kebutuhan wilayah utama,” tuntas Akbar. (pojokbanua//fikri)

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *