ANJARMASIN, shalokalindonesia.com

Karya: Aril
Di kepulauan bangka belitung terdapat seorang remaja yang Berumur 16 tahun bernama rian, ia memiliki kepribadian periang, percaya diri, dan suka bergaul tetapi baru-baru ini sikap rian berubah drastis, ia menjadi seorang yang pemalu, tidak percaya diri dan tidak suka bergaul. Rian tinggal di sebuah Pulau yang bernama pulau pongok , ia adalah seorang anak tunggal ayah ibunya sehari-hari bekerja sebagai petani, rian sekarang ini sedang menempuh pendidikan jenjang SMA. Di hari kamis saat hendak pergi sekolah rian tak begitu bersemangat, di perjalanan pun ia tak sama sekali menyapa seseorang yang lewat di hadapannya hingga di tengah perjalanan rian bertemu temannya Yang Bernama toni. toni yang melihat rian dengan muka yang begitu murung Kemudian bertanya

“kamu kenapa yan, Kok Enggak bersemangat gitu?

“ Enggak apa-apa kok ton’

“ cerita aja kok yan, Kita kan temenan! Aku siap kok dengerin cerita kamu’

“ sebenarnya aku tuh capek tiap hari kepikiran’ karena usiaku hampir beranjak usia dewasa ton’
“ memangnya kenapa dengan usiamu yang beranjak dewasa?

“ aku tuh takut ton’ kalau nanti masa depanku bakal nggak jelas’

Saat sedang berbincang-bincang tanpa disadari mereka rupanya telah tiba di gerbang sekolah dan kemudian bel sekolah pun berbunyi akhirnya percakapan tersebut diakhiri karena mereka segera bergegas masuk ke dalam kelas. Sekitar 1 jam 30 menit akhirnya bel keluar main pertama berbunyi dan rian segera ingin melanjutkan perbincangannya dengan toni tetapi ia tak melihat wajah toni, tak tahu entah ke mana setelah mencari toni yang tidak tahu keberadaannya tingg’tingg’ suara bel masuk dibunyikan, rian pun segera masuk kelas setelah masuk kelas dan belajar berjam-jam akhirnya waktu pulang telah tiba, rian kemudian pulang dengan perasaan tak senang karena ia belum selesai berbincang dengan toni. Saat sampai dirumah pun rian tak mengeluarkan sepatah kata, selesai meletakan tas dan berganti pakaian ia langsung bergegas meninggalkan rumah dan pergi menuju pelabuhan yang berada di dekat rumahnya, saat sampai di pelabuhan rian termenung memikirkan kembali akan usianya yang akan beranjak dewasa, diiringi dengan tangisan dan suara yang lantang rian melampiaskan masalahnya tersebut dengan berteriak, ia menangis sambil sesegukan ia tak tahu lagi harus kepada siapa ia bercerita akan Masalahnya itu dan tak disadari toni berada di belakang rian dan memegang pundaknya dan langsung menenangkan rian.

“ rian maafin aku ya, aku sebagai teman enggak dengerin cerita kamu’ sebenarnya aku bukan enggak mau dengerin cerita kamu tapi aku tadi ada urusan mendadak, maafin aku ya’

“ aku tuh takut banget ton, bagaimana dengan masa depanku’ akan kah itu baik-baik saja

“ tenang sahabatku masa depan itu Adalah takdir Allah Swt., kita sebagai insan perlu banyak ikhtiar dan tawakal tak lupa kita harus berusaha untuk menggapainya jadi kau tak perlu terlalu khawatir’

Kemudian rian Langsung memeluk sahabatnya itu dan mengucapkan terima kasih

“terima kasih sahabatku toni, kau telah sudi mendengarkan ceritaku’

“ sama-sama sahabatku, mari kita sama-sama menggapai masa depan kita bersama-sama

“ ayo kita saling Mendukung sahabatku’

Dan usai berbincang akhirnya rian dan Toni pulang ke rumah mereka masing-masing. Hingga saat tiba di rumah, wajah rian mulai kembali riang .Saat malam hari rian menuliskan kisahnya hari ini di buku Diary miliknya, selesai menulis rian kemudian langsung tidur dan besoknya ia kembali menjalankan aktivitas seperti biasanya dengan riang gembira.Hingga saat pergi sekolah pun Rian pun bertemu dengan toni dan sahabatnya yang lain, mereka bermain bersama-sama hingga saat pulang sekolah, Rian pulang bersama toni dan mereka tertawa gembira.
Dan tak disangka-sangka pergerakan waktu begitu cepat akhirnya Rian dan tono telah lulus SMA mereka berdua merantau untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, saat awal mulai masuk perguruan tinggi rian mengalami berbagai masalah dalam perantauannya dari kesusahan makan hingga tugas kuliah yang Sulit di selesaikan. begitu pula dengan toni, mereka merantau di tempat yang berbeda toni merantau ke Kalimantan sedangkan rian merantau ke pulau Jawa. Rian menempuh pendidikan kuliah Manajemen selama 4 tahun, kemudian ia melanjutkan studi S2 untuk menambah ilmu atau pengetahuannya hingga saat selesai menempuh pendidikan S2 nya, Rian langsung melamar ke perusahaan swasta yang berada di Jawa tengah dan lamarannya pun diterima oleh perusahaan tersebut. Posisi Rian di perusahaan sebagai HRD (Human Resource Development), akhirnya setelah bekerja di perusahaan swasta tersebut hidup rian mulai berkembang ia sudah memiliki rumah, mobil, dan apartement.

Rian sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 3 tahun dan ia berencana kalau esok hari ia Akan pulang ke kampung halamannya untuk menemui ayah ibunya yang berada di bangka belitung. Dan esok hari pun tiba rian segera menuju bandara Ahmad Yani (SRG), sampai di bandara rian kemudian masuk ke dalam garbarata dan rupanya pesawat yang akan dinaikinya akan berangkat 5 menit lagi. Untung saja ia tidak terlambat datang ke bandara karena hampir saja ia Di tinggalkan pesawat, akhirnya pesawat yang dinaiki rian pun berangkat dan transit di Jakarta (CGK) pukul 09.00 kemudian dilanjutkan penerbangan ke pangkal pinang (PGK). Setelah penerbangan dari Jakarta (CGK) ke pangkal pinang (PGK) selama 1 jam 15 menit rian akhirnya tiba di pangkal pinang kepulauan Bangka belitung. Rian langsung menuju ke bangka selatan menggunakan bus dari pangkal pinang ke toboali dan ia harus menempuh perjalanan selama 2 jam 11 menit, setelah menempuh perjalanan akhirnya rian pun sampai di toboali, seusai sampai ia kemudian bertukar bus untuk menuju ke tukak sadai, dan perjalanan kembali harus ditempuh selama 45 menit, Setelah 45 menit akhirnya sampai dan dilanjutkan dengan menaiki kapal menuju ke pulau pongok selama 3 jam.

Selama di kapal rian begitu senang dan bahagia karena ia akan bertemu kedua orang tuannya dengan kesuksesan yang ia dapatkan
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam rian akhirnya sampai di pulau pongok, sesampainya Di pongok rian langsung berjalan menuju rumahnya yang tak jauh dari pelabuhan kemudian ia disambut oleh kedua orang tuanya, Rian kemudian dipeluk oleh kedua orang tuanya dan Ia langsung menangis terharu karena sudah 3 tahun ia bekerja tak pernah pulang kampung. Rian kemudian disambut dengan makanan khas pongok yaitu gangan ikan (lempah kuning) dengan irisan nanas membuat nafsu makan bertambah. Saat malah hari rian berjalan menuju ke pelabuhan tempatnya dulu ia berkeluh kesah tentang Sebuah masalah, saat tiba di pelabuhan rian teringat akan sahabatnya dahulu toni. Rian teringat temanya Toni yang telah mendukung dan menasehati dirinya dulu, ia merasa sangat ingin sekali bertemu dengan sahabat lamanya itu
Tak disangka-sangka keesokan Hari rupanya rian bertemu dengan kawan lamanya toni saat sedang berbelanja di sebuah warung, awalnya mereka asing tidak saling mengenal tetapi setelah saling bertatapan toni mulai mengenal rian dan menyapanya

“ maaf, ini rian ya?

“ iya Ada apa ya’

“ ini aku yan, toni teman kecilmu dulu’

“ oh’ toni apa kabar sekarang sahabatku

“ aku baik-baik saja yan

“ kamu sekarang kerja dimana kita kan dulu Merantau di tempat yang berbeda?

“ aku sekarang bekerja sebagai bendahara perusahaan tambang di Kalimantan, yan’

“ wah hebat kamu ton’ kalau aku bekerja sebagai HRD di perusahaan swasta di pulau Jawa

“ kamu juga hebat kok yan’

“ makasih ton, akhirnya ya’ kita jadi sukses juga ya di perantauan aku juga enggak menyangka ton bakal jadi seperti ini, karena dulu aku tuh takut banget bakal enggak jelas masa depanku

“ iya aku juga masih ingat kisah itu yan’
Mereka pun berbincang -bincang akan kisah mereka dulu sejak mereka masih sekolah.

Rupanya tak disangka- sangka mereka telah Sukses di perantauan, sekarang toni dan rian kembali ke kampung halaman mereka untuk membangun kampung halaman mereka sendiri, berarti usaha mereka berdua tidaklah sia-sia
Dan kemudian keesokannya setelah bertemu dengan rian, toni berencana akan mengundang rian ke Kalimantan tempatnya bekerja, ia ingin sekali sahabatnya itu melihat tempatnya bekerja, rupanya mereka pun membuat janji kalau Tanggal 28 November saat perusahaan rian libur, rian akan pergi ke Kalimantan Tempat toni bekerja .Tepat 1 bulan setelah toni pulang ke pulau Jawa Untuk kembali bekerja, rupanya esok hari adalah tanggal 28 November ia langsung pergi menuju Kalimantan menggunakan pesawat dari pulau Jawa. Setelah menempuh perjalanan akhirnya rian tiba di Kalimantan tepatnya Kalimantan timur ia kemudian disambut toni dan diajak keliling perusahaannya dan rian begitu takjub melihat Perusahaan tempat toni bekerja begitu besar. Akhirnya 2 hari rian berada di Kalimantan rian akhirnya kembali ke pulau Jawa karena masa liburnya telah selesai. Dan toni mengantarkan rian ke bandara dan mereka bersalaman dan berpelukan dan saling mengucapkan sampai jumpa.

“ kisah mereka berakhir dengan kesuksesan bersama di perantauan yang berbeda Ternyata kesuksesan itu berasal dari kerja keras dan usaha bukan Cuma rencana saja”

Cerpen ini ditujukan untuk kalangan remaja yang akan menginjak usia dewasa Diharapkan dirilisnya cerpen ini dapat membantu generasi remaja Indonesia dalam menghadapi problematika/ masalah saat akan menginjak usia dewasa selamat membaca salam hangat ARIL

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *