BANJARMASIN, shalokalindonesia.com- LSM Barisan Anak Bangsa Anti Kecurangan (Babak) Kalimantan Selatan menyambangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel meminta penjelasan terkait laporan yang diadukan, Kamis (21/12/2023).

Ketua LSM Babak Kalsel, Bahrudin menyampaikam, dari dua kasus Perjalan Dinas Luar Daerah DPRD Kabupaten Banjar, para oknum anggota DPRD Kabupaten Banjar sudah berulangkali melakukan penyimpangan dana untuk perjalan dinas luar daerah dapat dibuktikan Kejaksaan Negeri Banjar telah melakukan penyelidikan atau penyidikan terhadap para oknum Anggota DPRD Kabupaten Banjar dari Periode 2014-2019 dan berlanjut periode tahun 2020-2021.

“Yang dari hasil audit investigasi BPKP Kalimantan Selatan ditemukan adanya kerugian negara, akan tetapi penyelidikan atau penyidikan dihentikan oleh Kejaksaan Negeri Banjar dengan pertimbangan cukup kembalikan kerugian kegara, Kasus perjalanan Dinas DPRD Banjar dihentikan, ” katanya.

Ia meminta, proses jukum adanya dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana perjalanan dinas luar daerah oleh para Anggota DPRD Kabupaten Banjar agar tidak terulang kembali dan membuat efek jera bagi para Anggota DPRD Kabupaten Banjar yang diduga telah melakukan penyimpangan dana perjalanan dinas luar Dlfaerah, berpotensi merugikan keuangan Negara.

“Kami mendesak Kejati Kalsel serius menindaklanjuti laporan masyarakat adanya dugaan KKN dalam pengelolaan dana Perjadin anggota DPRD Banjar TA 2022 dan 2023,” ungkapnya.

Ketua LP3K (Lembaga Pengawas Pemantau Pelapor Korupsi) Kalsel, Ahmad Bahrani meminta telisik lebih serius demi memberikan efek jera dengan menghukum oknum dan menyelamatkan keuangan negara.

“Jangan ada yang kebal hukum, tangkap saja bagi yang sudah melanggar aturan, jika perlu panggil KPK usut tuntas ini ” tambahnya. (shalokalindonesia.com/na)

Editor:Erma Sari, S. Pd

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *