BANJARMASIN, shalokalindonesia.com – Sejumlah harga bahan pokok masih terpantau naik, meski telah memasuki hari ke-7 pasca Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M.

Sebut saja seperti minyak goreng kemasan yang mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 20 Ribu per liternya.

“Minyak goreng tergantung merk, jadi harga naiknya beragam dari Rp 16 Ribu sampai Rp 20 Ribu,” ujar Nita, Admin Toko Adi N’Talu, Rabu (17/04/2024).

Tidak hanya minyak goreng, gula pasir curah juga mengalami kenaikan dari Rp 18 Ribu perkilogram menjadi Rp 19 Ribu.

“Kenaikan gula ini karena ramainya masyarakat yang menjadikan gula pasir curah sebagai hampers dan parsel lebaran, makanya jadi mahal,” tambahnya.

Fenomena ini pun membuat gula pasir curah menjadi langka sehingga pihak toko yang berdomisili di Pasar Sentra Antasari ini tidak berani menstok.

Hal yang sama juga dialami oleh pedagang eceran kecil yang mengaku terkena dampak dari kenaikan harga bahan pokok ini.

“Dulu banyak stok minyak goreng kemasan, sekarang cuma menjual minyak goreng merk Minyakita karena harganya yang sebelas dua belas dengan minyak curah,” ungkap, Aila, salah seorang pedagang eceran di Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.

Di mana harga minyak goreng kemasan Minyakita berada diangka Rp 16 Ribu per liternya, yang hampir sama dengan minyak curah yang perliternya Rp 14 Ribu hingga Rp 15 Ribu.

“Masyarakat suka membeli yang harganya lebih terjangkau, meskipun harganya sama dengan harga minyak curah tetapi kualitasnya tetap terjamin,” bebernya.

Selain minyak goreng, sebut saja seperti Bawang merah dan Bawang putih sepekan setelah lebaran masih belum terlihat adanya penurunan. Dimana saat ini harga bawang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Persedian bawang saat ini tidak dibeli dulu, karena takut saat harga bawang nantinya turun tidak bisa dijual kembali,” kata wanita berusia 33 tahun ini.

Selain bawang, telur ayam juga selama bulan Ramadhan kemarin sempat alami kenaikan dan baru turun setelah lebaran.

“Telur ayam saat hari biasa setelah sepekan lebaran menjadi Rp 32 Ribu sekilo, dibandingkan saat bulan puasa kemarin Rp 34 Ribu sekilo,” bebernya.

Fenomena kenaikan harga sembako sudah menjadi hal yang biasa dikalangan masyarakat terutama para pedagang.

“Tidak banyak pembeli yang mengeluh akan kenaikan harga sembako, karena sudah diketahui banyak orang di hari besar seperti lebaran, bulan maulid, dan tahun baru biasanya harga sembako pasti naik,” tutupnya.
(shalokalindonesia.com/NRZ)

Editor: Nanang

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *