BANJARMASIN, shalokalindonesia.com- Karet lempengan berasal dari getah karet (lateks) yang telah diolah melalui beberapa proses. Komoditas ini merupakan barang setengah jadi yang biasa digunakan sebagai bahan baku produk industri, seperti ban, alat kesehatan dan laboratorium, perlengkapan rumah tangga, dan berbagai produk lainnya.

Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kalimantan Selatan (Karantina Kalsel) melakukan sertifikasi terhadap karet lempengan sebanyak 100,8 ton dengan nilai 2,3 milyar rupiah yang akan dikirim menuju Tiongkok. Serangkaian tindakan karantina berupa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas ekspor telah memenuhi persyaratan dari negara tujuan.

“Pejabat Karantina melakukan pemeriksaan kelengkapan serta keabsahan dokumen untuk memastikan kesesuaian jenis komoditas dan volumenya, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan secara visual,” jelas Priyatno selaku pejabat Karantina yang melakukan pemeriksaan di tempat lain yang telah ditetapkan oleh Karantina Kalsel.

“Setelah komoditas dinyatakan sehat, data pada dokumen dan komoditas juga sudah sesuai, maka dapat diterbitkan Phytosanitary Certificate (PC) sebagai jaminan keberterimaan di negara tujuan dan menandakan bahwa komoditas aman dan layak untuk dikirim ke negara tujuan,” tambahnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Karantina Kalsel, Sudirman menyampaikan bahwa Karantina akan selalu hadir untuk memberikan layanan sertifikasi yang mudah dan cepat, baik untuk ekspor maupun lalu lintas antar area dalam upaya mendorong perkenomian melalui perdagangan komoditas hewan, ikan dan tumbuhan asal Provinsi Kalimantan Selatan.

#LaporKarantina
#FasilitasiPerdagangan
#KarantinaKalimantanSelatan
#KarantinaIndonesia

Iklan

Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *