BANJARMASIN, shalokalindonesia.com

Karya: Putri Rahmawati Smansa Simba.

Suara subuh berbunyi disusul azan dari masjid deket rumah membangunkan Nisa dari tidur nyenyaknya.lamat-lamat ia membuka matanya yang masih terasa berat sambil merangkan badan untuk mengumpulkan tenaga. Seperti biasanya terdengar suara ketukan pintu ditemani udara yang sejuk.

“Nak, nak nak ayo bangun sayangku, ini sudah subuh”kata ibuku dibalik pintu.

“Iya bu, ini Nisa udah bangun kok”sahut suara Nisa.

“Okey ,tapi kamu jangan tidur lagi ya”lanjut ibuku.

“Siap, bu”jawabku.

Nisa pun dengan cepatnya langsung bangun cuci muka kemudian berwudhu untuk sholat dan baca qur’an bersama keluarga nya tercinta untuk menjalankan ibadah rutin nya di kamar sholat usai sholat dan mengaji sang ibunda berkata kepadanya.

“Nisa anakku, hari ini bantu ibu membereskan rumah yah.Gudang rumah perlu dibereskan ,nanti kita pilih barang-barang yang sudah waktunya untuk dibuang”kata ibu pada Nisa saat di kamar sholat ingin berjalan menuju meja makan.

“Tapi bu, ini kan hari libur,emmmmm ya udah deh bu, aku bantuin tetapi setelah membantu ibu nanti aku izin keluar bu ya”jawab Nisa setuju setalah tadi sedikit berfikir.

“Wah,terima kasih ya anak ibu yang cantik, sudah setuju mau membantu ibu”sahut ibunda Nisa.

“Iya,ibuku tercinta”jawabku.

Nisa pun dengan ibundanya usai berbicara dimeja makan langsung bergegas kegudang untuk membersihkan gudang bersama 2 jam sudah kami memberskan gudang Nisa pamit pergi keluar untuk membeli sesuatu tanpak mengatakan nya kepada ibunda dan sedikit mengeles berbohong agar segalanya tak terbongkar.

“Ibu, ini kan udah selesai Nisa mau pamit pergi keluar bentar yah,bermain bersama teman “ucap Nisa berbohong padahal ingin membeli sesuatu dipasar.

“Owh, baiklah nak hati-hati yah mainya”jawab ibunda mengizinkan nya bermain.

“Asalamualaikum ibu”ucap Nisa memberi salam sembari mencium kening ibunda dan menciumi tangannya sebagai bentuk rasa kasih sayang nya.

“Waalaikumsalam, anakku”jawab ibundanya sambil memeluk Nisa.

Nisa pun langsung melangkahkan kakinya keluar lalu menaiki sepedanya untuk pergi kepasar diperjalanan ia begitu menikmati pemandangan alam yang begitu indah ditemani kicauwan burung burung merdu hingga tanpa terasa ia pun sudah sampai dipasar.Dipasar itu langit begitu cerah dan matahari mulai menampakan dirinya, suara hiruk-pikuk terdengar. Nisa berjalan melintasi area pasar untuk mengambil pesanan kue nya tiba-tiba ia terkejut dengan mobil pick up melambung di sebelah kanan Nisa .Matanya terbelalak ketika melihat seorang ibu mengejar dan melompat naik ke mobil tersebut, sungguh ia terkejut!. Ia segera membuka terpal yang menutupi wadah ikan. Ia sepertinya sedang mencari sesuatu, yang tak lain ikan untuk dagangannya. Nisa penasaran dengannya, begitu ia turun dari mobil tersebut ia mulai mendekatinya, dan menanyakan beberapa hal yang membuatku penasaran.

“Permisi, Ibu.” Ucap Nisa sambil mendekati ibu yang kulihat tadi.

“Iya ada apa?” jawabnya dengan raut wajah agak keheranan.

“Mobil pick up itu, membawa barang dagangan?” tanpa ada rasa malu, Nisa melontarkan pertanyaan seperti itu.

“Ikan, Mobil itu adalah mobil distributor ikan. Yang membawa ikan dari luar kota” ucapnya kepada Nisa.

“Jadi ,ikan itu mau dibawa ke mana bu?” Nisa balik bertanya kepada ibu itu.

“Mau dibawa ke pasar ikan.” Jawabnya singkat.

Setelah beberapa menit kami berdiam diri untuk melihat mobil pick up itu yang berhenti sejenak ditepian jalan Nisa pun bertanya kembali kepada ibu itu.

“Ibu, berjualan sendiri, apa yang ibu jual?” tanya Nisa penasaran.

“Iya, ibu berjualan sendiri untuk menghidupi anak-anak ibu yang menempuh bangku pendidikan, biar dikemudian hari mereka bisa sukses nantinya agar tidak seperti ibu. Ibu menjajakan ikan keliling kampung” Ucapnya dengan wajah yang bersemangat dan tampak lelah.

“Masyaallah bu, apakah setiap hari ibu berjualan panas-panasan seperti ini bu, lalu kemana suami ibu”tanyaku lagi Nisa.

“Iya nak, ibu setiap hari seperti ini demi mencari nafkah sedangkan suami ibu sudah lama meninggal karena kecelakaan tiga tahun yang lalu,jadinya ibu terpaksa harus berkerja keras demi anak ibu agar masa depan nya cerah”sahut ibu itu kepadaku.

“Astagfirullah bu, maaf bu aku jadi tidak enak sama ibu, kalo begitu apakah aku boleh membantu ibu berjualan “tanyaku kepadanya lagi.

“Iya nak, tidak apa-apa, owh dengan senang hati nak boleh saja kalo ibu tidak merepotkan mu”jawabnya kepadaku.

“Tidak kok bu”sahutku.

Usai berbicara panjang lebar Nisa dan ibu itu pun mulai melangkahkan kaki bersama berjualan ikan keliling kampung sambil teriak -teriak agar ada yang membelinya namun seketika saat ia teriak para warga pun mulai mengerubunginya untuk membeli ikan jualan ibu tersebut dan alhamdulillah 15 menit mereka berjualan keliling dagang pun habis sehingga ibu itu berkata.

“Wah nak, alhamdulillah berkatmu dagangan ibi sekarang habis terjual terima kasih ya anak baik”ucap ibu itu kepada Nisa berterima kasih.

“Iya bu, sama -sama senang sekali aku bisa membantu ibu berjualan hari ini kalo begitu ini bu aku ada sedikit uang untuk tambahan ibu menghidupi anak-anak ibu walaupun tidak banyak semoga bermanfaat ya bu”jawabku kepada ibu itu sembari sedekah.

“Terima kasih nak, nak kamu tau gx kalo kamu itu cantik banget seperti bidadari kayangan”ucap ibu itu sedikit memujiku sambil tertawa.

“Aduh,ibu ini kok bisa aja sih”jawabku tersenyum manis.

“Iya nak, serius deh”sahutnya lagi tertawa bahagia tagar didepanku menghadapi cobaan yang berat.

“Hahahaha, bisa aja deh ibu”jawabku.

Seketika tawa kami terhenti ,karena ada telpon dari tukang kue bahwa kuenya harus segera diambil kami berdua pun perpelukan lalu bersalaman sebagai tanda perpisahan ,mungkin kami akan bertemu dihari esok lagi entah kapan lagi. Nisa pun setelah bersalaman langsung pergi bergegas ketoko kue itu sambil melambaikan tangannya kepada ibu itu dan tanpa terasa dari tadi menoleh kearah ibu itu ia telah sampai ditoko dan segera memvayar kuenya lalu langsung pergi pulang kerumah menaiki sepedanya.Satu jam sudah ia menggoes sepedanya dengan kecepatan kilat kia ia telah sampai dirumah dan sesampainya dirumah ia langsung memanggil ibunya seketika ada yang terjadi padanya didepan pintu.

“Ibu, ibu, ibu tolong aku bu, aduh sakit bu”ucapnya berteriak dengan kencar agar ibunya turun dan kejutannya berhasil.

Seketika ibupun mulai panik dan langsung berlari keluar menuju pintu dan ternyata ketika ibunda membuka pintu terdengar suara dorrrrrrrrrrrrrrr suara terompet pun berbunyi diiringi lagu hari ibu dari Nisa putrinya.

“Masyaallah, terima kasih banyak anakku”ucap ibunda menangis haru bahagia melihat semuanya.

“Selamat hari ibu ya ibuku, terima kasih karena sudah membesarkan dan menyayangi ku dengan tulus penuh kasih sayang “sahut Nisa mengucapkan hari ibu kepada ibunya tercinta sambil menyodorkan kue nya untuk dipotong.

“Iya anakku”jawab ibundanya menciumi kening anaknya tercinta itu Nisa.

Kue pun dipotong tapi dengan penuh kebahagiaan oleh sang ibunda lalu menyuapi putrinya tercinta dengan penuh haru karena sudah memberikan kejutan istimewa terindah dihari ibu setiap tahunnya sebagai rasa syukurnya karena sudah membesarkan Nisa anaknya dari kecil hingga dewasa dengan penuh cinta kasih sayang mempertarukan nyawanya demi buah hatinya tercinta yang sungguh besar pengorbanan nya demi anak -anaknya yang begitu ia sayangi.

Tamat.

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *