MADINA, shalokalindonesia.com- Paska dikeluarkannya rekomendasi pembatalan hasil pengumuman PPPK tahun 2023 oleh Ketua DPRD Kabupaten Madina yang kepastian dikeluarkannya rekomendasi itu disampaikan pada rapat dengar pendapat dengan para demonstran yang berasal dari guru guru yang kalah dalam seleksi tersebut.

Menyikapi hal ini, Ketua Lembaga Kajian Pendidikan dan Pelatihan (LKPP) , Faisal Ardiansyah menyatakan bahwa rekomendasi itu ibarat lelucon yang tidak lucu yang dikeluarkan oleh para pelawak yang tidak lucu di akhir tahun 2023.

Faisal menyampaikan ini bukan tanpa alasan sebab kata beliau yang juga mengikuti RDP itu hingga Kamis sore, rekomendasi itu keluar tanpa kajian mempertimbangkan nasib 1500 orang yang sudah lulus PPPK tahun ini.

” Apakah 1500 orang ini bukan rakyat Madina lagi yang tidak perlu difikirkan nasibnya ?. Kalau cuma alasan demonstrasi juga ke DPRD jadi seolah DPRD Madina sengaja ingin menciptakan perang saudara antara demi kepentingan politik mereka dengan memanfaatkan kesedihan guru guru yang tidak lulus PPPK,” imbuhnya.

 

Ditambahkannya, bukan menafikan nasib para guru yang tidak lulus yang kemudian melakukan demo tetapi tidak boleh juga mengorbankan nasib orang yang lebih banyak.

Menurut mantan aktivis mahasiswa ini juga menyampaikan sebenarnya Ketua DPRD Madina Erwin Lubis sudah mengusulkan untuk rembuk demi mencapai keputusan yang bersifat win win solution untuk kedua belah pihak tetapi saudara Sobir Lubis, Zubaida dari Partai Golkar, mantan Ketua DPRD Madina Elli Hartati, Siddik Dari PAN memaksakan supaya rekomendasi pembatalan itu dikeluarkan seolah olah supaya menjadi pahlawan dihadapan demonstran.
Penulis : Magrifatulloh .

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *