SHALOKAL.INDONESIA, BANJARMASIN- Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) yang memberikan hibah kepada Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, sebelumnya mereka dilatih untuk membuat proposal.

Wakil Rektor Satu Uniska Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAAB) Banjarmasin Dr H Mohammad Zainul SE MM kepada RRI mengatakan, untuk proposal tersebut ada aturan mainnya. Sehingga proposal yang diajukan dengan proposal yang dipersyaratkan Dikti jadi konek.

Dikatakan, dalam kegiatan PPKM itu, dibuat dalam bentuk klaster wilayah Jawa dan Luar Jawa. Selain itu, dalam klaster ada liga. Untuk Liga, menyesuaikan jumlah Mahasiswa, yang mana untuk kampus yang memiliki 3 ribu atau kurang dari 3 ribu jumlah Mahasiswanya, berarti masuk Liga Tiga. Sedangkan yang memiliki Mahasiswa sebanyak 5 ribu, masuk Liga Dua. Diatas 15 ribu jumlah Mahasiswanya, masuk Liga Satu. Dan Uniska masuk dalam Liga satu tersebut, bersama dengan beberapa Universitas Negeri lainnya di Kalimantan.

“Bahkan di wilayah Kalimantan, PTS yang masuk Liga Satu cuma Uniska MAAB Banjarmasin. Kemarin yang masuk itu ULM, Universitas Negeri Palangkaraya , Unmul Samarinda, Universitas Tanjung Pura Pontianak, dan Universitas Tarakan. Alhamdulillah itu menjadi satu kebanggaan bagi kita, karena Uniska sudah masuk di Liga Satu,” ungkap Zainul, Sabtu (14/1/2023).

Katanya, satu sisi ada kebanggaan. Tapi disisi lain ada tantangan. Hal ini dikarenakan standar pengajuan masing-masing liga berbeda. Liga Tiga, program yang ditawarkan hanya pada tataran inovasi pembelajaran. Liga Dua mengenai pengembangan inovasi pembelajaran. Sedangkan Liga Satu harus berorientasi pada akreditasi Internasional.

“Jadi nuansa Internasional itu harus bisa dipenuhi. Jadi inilah salah satu yang menjadi tantangan bagi kita,” Zainul menjelaskan.

Menyikapi hal ini, pihaknya melakukan rapat untuk menentukan program apa saja yang akan disampaikan, agar berhasil. Disebutkan, selama ini ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan bernuansa Internasional. Selama ini sudah melakukan pertukaran Mahasiswa antara Uniska dengan beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Thailand maupun Filipina.

Kedepannya akan ditindak lanjuti seperti menambah limit waktu yang selama ini satu bulan menjadi 4 bulan atau satu semester berada di perguruan tinggi luar negeri atau setara 20 SKS yang memenuhi standar Dikti. Untuk Semester yang akan datang, tambah Zainul, membuka kelas internasional dengan pilot project Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum, yang memiliki SDM yang sudah mencukupi. (SI)

Editor: Erma Sari, S.Pd
Ket foto: Kampus Uniska Banjarmasin, (foto: tribunnewswiki)

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *