BANJARMASIN, shalokalindonesia.com- Aada beberapa yang mendorong Veby Senopati Silam
Untuk mengikuti event lari BinLoop 200km
yaitu upgrade jarak dari tahun 2022 udah finish di kategory 120K dan akhirnya Comeback dari DNF di tahun 2023 di kategory 200K dan akhirnya di tahun 2024 bisa menuntaskan sampe finish 200K .

“Luar biasa dan tidak menyangka ternyata bisa finish strong tanpa drama kram maupun kaki ngelock, ” jelasnya, Selasa (14/5/2024).

Ia menjelaskan, Amada pencapaian bearti yang dirinya dapatkan karena sudah mendaftarkan dan disetujui mendapatkan rekor MURI sebagai “Pelaut Pertama yang berpartisipasi di ajang ultra marathon” di Binloop Ultra kategory 200 Km.

“Persiapan sebelum Binloop Ultra berlari dengan menambah Millages tiap minggu dan bulanan nya hingga 300km ++ serta melakukan latihan penguatan otot di gym / strength training itu sangat membantu disaat kilometer diatas tiga digit karna sebelumnya juga program salah satu WMM di Tokyo Marathon 2024 dan achieve di sub 4,” jelasnya.

Ia menerangkan, pengalaman yang tidak bisa dilupakan sepanjang hidup dan seumur dirinya berlari karena ini jarak paling terjauh yang aku tempuh 200Km.

“Bisa finish strong dan selamat tanpa cidera udah sangat bersyukur sekali. Moment paling berkesan saat ga tidur seharian lari-jalan kayak zombie, supporting system dari teman yang jaga Water Station dan MC selalu menyemangatin dikala masuk check point race central sealu nama di panggil itu sangat membuat mood booster jadi terus bergerak untuk menyelesaikan misi sampe tuntas, ” katanya.

Ia meneranhkan, untuk tantangan fisik sebenarnya kaki masih oke diajak lari namun gejala blister di jari kaki tidak terelakkan karna berlari selama kurang lebih COT 40jam itu pasti kaki lembab dan basah sehingga ada aja kendala nya apalagi lecet di bagian tubuh tertentu (ketiak, selangkangan)

“Untuk Mental berlari 200K itu harus tabah dan sabar sampe akhir dan selalu mengatur mindset bahwa bisa finish selamat tanpa cidera karna kaki adalah asset untuk berlari sampai tua nanti, ” terangnya.

Ia menyebutkan, ketika mencapai garis finish moment yang sangat mengharukan dan berkaca2 akhirnya ternyata bisa juga finish strong under COT yang sempat diragukan oleh teman2 bisa over dari COT yang ditentukan 40jam itu dan sangat luar biasa yang dirasakan ternyata keras banget untuk menyelesaikan apa yang sudah kita mulai namun dengan tekad dan kemauan yang keras akhirnya bisa finish 200K.

“Pelajaran yang dapat aku ambil dari berlari 200K jadi aku bisa belajar bahwa perjuangan yang kita raih dari awal itu tidak akan sia-sia bila kita tetap bersabar dan tekun berlatih dan sangat bersyukur ternyata masih banyak orang baik yang peduli akan apa yang kita lakukan semoga bisa menjadi inspirasi banyak orang disekitar untuk terus menebar virus lari karna sehat itu asset dan lari adalah cara untuk meraih kesehatan, ” pungkasnya. (shalokalindonesia.com/na)

Editor: Erma sari, S. Ps

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *