BANJARMASIN, shalokalindonesia.com- Banyak kegiatan wirausaha yang muncul hanya karena viral dan itu tidak bertahan lama. Tenggelam. Muncul lagi wirausaha viral yang baru. Kemudian tenggelam lagi. Dan terus berulang.

Hal ini kata Ketua Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (Hipmikindo) Kalsel Sutjipto, karena masyarakat umumnya
membeli sesuatu karena Perasaan, rasa ramai, rasa ikut-ikutan.

Menurut Sutjipto, idealnya supaya bisa menjadikan suatu komoditi atau usaha untuk penghasilan jangka menengah dan jangka panjang, maka rolenya diatur lagi.

Disebutkan Sutjipto, seperti adanya komunitas yang ada, dengan organisasi yang ada tersebut dan memiliki data base.

“Yang sudah berhasil, yang sudah berpengalaman, memberikan pelatihan kepada para yunior. Yang punya modal dan tidak ada waktu berbisnis, dijadikan investornya. Pemula-pemula yang belum punya pengalaman, tapi memiliki kemampuan dan punya pemikiran yang besar, dilatih untuk menjadi besar.” kata Sutjipto, Jum’at (5/1/2024).

Hal ini tegas Sutjipto, karena kegiatan wirausaha tidak bisa langsung, tapi melalui proses dan untuk kerjasama tentunya spekulasi untuk gagal harus jadi perhatian. Walaupun niat awal untuk membantu sudah baik dilakukan, tetapi yang diberikan amanah tidak memiliki skill, maupun tidak memiliki pengalaman berwirausaha, maka kemungkinan gagal bisa terjadi.

“Apalagi dalam pemberian amanah itu tidak diawali dengan menanyakan kepada yang bersangkutan tentang kemampuannya, maka setelah gagal, baru timbul berbagai keluhan,” pungkas Sutjipto.*****juns.

Iklan
Share:

Shalokal Indonesia

Shalokal Indonesia adalah media online dibawah PT Shalokal Mediatama Indonesia dengan kantor di Kalimantan Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *