
BANJARBARU, shalokalindonesia.com– Koperasi Karyawan (Kopkar) Tirta Lestari kembali menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024 pada Rabu (12/03/2025).
Sebagai mitra strategis PTAM Intan Banjar, Kopkar Tirta Lestari menegaskan komitmennya dalam memperkuat inovasi serta mengembangkan berbagai unit usaha koperasi guna meningkatkan manfaat bagi anggota.
RAT merupakan agenda wajib bagi koperasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kopkar Tirta Lestari.
Dalam forum ini, pengurus dan pengawas menyampaikan laporan pertanggungjawaban tahunan kepada seluruh anggota sebagai pemilik koperasi. .
Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi menjadi hal utama yang terus dijaga agar koperasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.
Ketua Koperasi Kopkar Tirta Lestari, M Azwar, menekankan pentingnya peran aktif anggota dalam mendukung pertumbuhan koperasi, baik dalam simpan pinjam maupun pengembangan unit usaha.
“Inovasi harus menjadi bagian dari strategi koperasi agar kita tidak tertinggal. Selain memperkuat layanan simpan pinjam, kami juga berkomitmen untuk mengembangkan unit usaha lain, termasuk usaha perdagangan dan kemitraan strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota,” ujarnya
Sementara itu pembina Kopkar Tirta Lestari Syaiful Anwar SAP MAP, menegaskan bahwa koperasi harus beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk tetap kompetitif.
Menurutnya, koperasi harus terus mencari peluang baru dalam pengembangan usaha. Tidak hanya terbatas pada layanan keuangan, tetapi juga perlu memperluas cakupan bisnis yang dapat mendukung kebutuhan anggota, seperti usaha ritel, distribusi produk kebutuhan sehari-hari.
“Atau bahkan sektor jasa yang dapat memberikan nilai tambah bagi anggota,” jelasnya yang juga selaku Direktur Utama PTAM Intan Banjar tersebut.
Lebih lanjut, Syaiful Anwar juga menyoroti pentingnya inovasi berbasis teknologi dalam operasional koperasi.
Menurutnya, digitalisasi adalah kunci bagi koperasi modern. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, anggota akan lebih mudah mengakses layanan koperasi, baik itu simpan pinjam, transaksi usaha, maupun program kemitraan lainnya. (rls)